Headlines
Loading...
Oleh. Agustia

Alhamdulillah, berkali-kali kuucapkan hamdallah begitu aku merasakan betapa bergunanya ilmu yang disuguhkan, kusantap dan kunikmati di SSCQ. Betapa Rahman Dan Rahimnya Allah kepadaku. Aku dipertemukan dengan komunitas SSCQ yang menakjubkan. Bertemu teman-teman hebat, salihah yang sama berkomitmen untuk membangkitkan kejayaan Islam.

Memang sih, diawal-awal mengikuti program SSCQ, cukup membingungkan bagiku, saking banyaknya program yang ingin kuikuti. Karena begitu aku mengetahui SSCQ mempunyai banyak program yang memang bermanfaat dan berguna, aku otomatis menyiapkan diri untuk menyusun jadwal, takut terlewat jam tayang pembelajaran. Terpaksa kalender di dinding penuh coretan jadwal belajar. Karena terus terang aku tak ingin tertinggal satu kelaspun, karena memang penuh ilmu berkwalitas terutama dalam hal literasi dan dapat membangkitkan semangatku untuk mempelajari, memahami tsaqafah Islam lebih baik lagi.

Suatu waktu Mba Ruth Sri Wahyuningsih menyampaikan materi yang tak biasa, ia menyampaikan “Berita Basi Menjadi Beban dalam Menulis Opini, No Way!" menjelaskan bagi penulis opini, berita adalah bahan baku utama dan harus ada. Fresh, up to date, kekinian dan lengkap agar opini pun cetar membahana, “fresh from the oven” hangat , wangi sampai di pembaca, bahan jika bisa tak hanya banyak yang baca, tapi juga laris di share ulang.

Itu idealnya, tapi mana ada di dunia ini kondisi yang benar-benar ideal bukan? Terkadang penulis kelas kakap pun, yang lama berkecimpung di dunia per-opinian juga dihinggapi rasa malas, jenuh hingga ingin berhenti menulis. Lebih akut lagi, hibernasi berlama-lama seolah menulis menjadi beban terberat dalam hidupnya.

TOR (Term of Reference)/ TOS (Tulisan Opini Singkat) yang sejatinya ada untuk memudahkan penulis menentukan tema dan ulasan tulisan opininya lewat begitu saja bahkan hingga kadaluarsa. Tidak hot lagi sebab sudah tergantikan oleh berita lain, ada yang lebih viral padahal yang viral sebelumnya belum ketulis. He he ini aku banget Mba Rut.

Lain lagi materi yang disampaikan oleh ibu-ibu pencetak hafidz Qur’an. Bunda-bunda yang berpengalaman mencetak para penghafal Qur’an dengan sukses. Maka pertemuan yang bertema “Peran Bunda Tangguh dalam Menyiapkan Buah hati Menjadi Hafiz Qur’an Sejak Dini” itu berhasil menyadarkan wanita-wanita, ibu-ibu, terlebih yang masih mempunyai putera-puteri belia, akan peran pentingnya sebagai ummu warrabbaitulbait bagi anak-anaknya. Ini terbukti dengan banyaknya chat yang masuk yang membenarkan pernyataan para pemateri.

Masya Allah Bunda-bunda yang brilyan mampu menjadi yang terdepan dalam menjadikan anak-anaknya sebagai hafiz Qur’an, mereka adalah Bunda Rohmah, Bunda Rahmawati Aulia, Bunda Ramsa dan Bunda Yasin Ummu Hasya.

Tidak mudah untuk mengajak anak-anak menjadi seperti apa yang kita orang tua inginkan. Apalagi menjadi penghafal Qur’an. Perlu kreatifitas dan metode khusus. Orangtua harus pandai memberikan pemahaman ke anak. 

Harus disadari setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang cepat menangkap dan mudah menghafal, ada yang butuh waktu agak lama, jadi perlu kebijakan dari orang tua untuk menghadapi anak-anaknya.

Sebelumnya bunda harus sudah menguasai surah yang akan ditilawah dan di murojaah dan bisa dibantu dengan mendengarkan murottal. Bunda harus dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan murojaah dan harus menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak, sehingga mereka merasa gembira tidak merasa terbebani. 

Sekali waktu SSCQ membahas tentang Kupas Tuntas Story Telling Untuk Dakwah. Materi yang disampaikan oleh Bunda Lilik sendiri, sebagai founder SSCQ. Beliau mempunyai pengalaman yang mumpuni dalam jejak literasi. Dari pengalaman Bunda Lilik S.Yani, yang dengan penuh hikmahnya beliau menjelaskan salah satu jenis tulisan yang mudah, apalagi jika menulis dari hati, akan mudah nyambung kehati lainnya. 
Menulislah! Karena Allah pun memerintahkan kita untuk menulis. QS: Al-Alaq ayat 4
Yang mengajar manusia dengan pena.”

Bunda memberikan motivasi agar kami semua yang berada dalam wadah SSCQ senantiasa mempunyai semangat yang tinggi untuk melaksanakan tujuan mulia menggunakan jalur tulisan disamping dakwah lisan, dalam rangka mengemban dakwah untuk mengajak umat agar menggunakan pemikiran dan perilaku Islam, amar makruf nahi munkar. Agar kita bisa bangkit dalam usaha mewujudkan penerapan syariah Islam secara kafah.

Memang semua ilmu yang ada di SSCQ berguna dan bermafaat bagi kita umat manusia. Namun kemanfaatannya tentulah dikembalikan kepada kita semua. Apakah maksimal dalam pelaksanaan beramar makruf nahi mungkar atau sebaliknya. Atau berakhir hanya sebatas memenuhi hajat untuk kehidupan dunia mengerjakan challenge demi challenge saja atau dapat menjadi amal kebaikan untuk hari akhir nanti. Tapi aku yakin dengan bimbingan dari guru-guru berpengalaman dan support bersama dari teman-teman sahabat surga, aku mampu menghadapi challenge yang ada dan menjadikan amalan kebaikan dengan dakwah yang mampu menyentuh umat menjalankan syariatNya. Dan semoga sillahku dengan guru-guru dan teman-teman sahabat surga di sini dapat memberi motivasi diri dan ide-ide cemerlang dalam kepenulisan dan cinta Qur’an sepenuhnya. Aamiin. [Ys]

                           

Baca juga:

0 Comments: