Headlines
Loading...
Oleh. Ratty S. Leman

Perjuangan seharusnya dilakukan untuk meraih kemuliaan di hadapan Allah. Namun saat ini banyak orang berjuang sekedar untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat materi saja. Kita melihat pagi-pagi para bapak bergegas berjuang mencari nafkah untuk keluarganya. Jika hanya sekedar untuk mencari uang alangkah ruginya. 

Buya Hamka pernah berkata, "Jika hidup sekedar kerja, kerbau juga bekerja. Jika hidup sekedar mencari makan, monyet juga mencari makan." Maka sebagai manusia yang berakal kita harus mempunyai konsep perjuangan yang lebih bermakna. 

Berjuanglah untuk meraih kemuliaan baik saat hidup maupun saat wafat. Hidup mulia atau mati syahid, itu motto para pejuang di Palestina. Tak terbayangkan perjuangan mereka sampai hari ini. Sudah 10 bulan mereka berjuang untuk bertahan dari serangan rudal zionis laknatullah. Sudah hampir 1 tahun mereka berjuang mempertaruhkan nyawa, keluarga syahid, harta benda hangus, kelapatan, tak ada yang menolong saat sakit karena rumah sakit hancur, tidak sekolah karena sekolah luluh lantak. 

Perjuangan mereka menginspirasi seluruh umat manusia yang masih punya hati. Ya, karena saat ini banyak manusia yang berhati keras seperti batu. Tak peduli dengan nasib saudara-saudaranya di Palestina. 

Mereka berjuang di area perang fisik. Kita di luar Palestina berjuang di area pemikiran. Pemikiran kita diserang dan diracuni agar menjadi tidak perduli dengan nasib saudara-saudaranya sendiri. Sekat-sekat nasionalisme, sekat-sekat garis batas imaginer, ikatan-ikatan kepentingan telah membuat kita bungkam, bisu, tuli, dan buta. Lengkap sudah penderitaan mereka. 

Apa yang bisa kita perjuangkan untuk mereka? Mari kita berjuang dengan doa kita, dana kita, aksi boikot kita, dan dakwah kita. Ayo kita berjuang bersama-sama mewujudkan persatuan dan kesatuan umat agar musuh takut dan gentar melihat kekuatan kita. 

Berjuanglah terus-menerus, tak kenal lelah, dan istikamah. Berjuanglah dalam upaya meraih kemuliaan dengan terus-menerus mengajak kepada persatuan umat. Karena jihad hanya bisa dilakukan bersama-sama dalam satu komando kepemimpinan umat. Musuh bersatu berjama'ah, terorganisasi, dan sistemik. Sedang kaum muslimin? Masih tercerai-berai, belum terorganisasi dengan baik, dan belum tersistem. Padahal polanya sudah ada, sudah diajarkan dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Fikroh dan thoriqoh sudah terang benderang. Tinggal melaksanakan, tinggal kita mau atau tidak. 

Ya Allah, turunkanlah pertolongan kepada kami, khususnya saudara-saudara kami di Palestina dan di bumi mana pun yang tertindas dan masih terjajah. Aamiin ya mujibassailin.

"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman” (QS Al Imran 139). 

Semangat berjuang, ya, Kawan. Masa depan cerah bersama Islam untuk meraih kemuliaan telah Allah janjikan. Jangan merasa lemah dan bersedih hati, karena kamu adalah orang-orang beriman pilihan Allah.

Baca juga:

0 Comments: