Headlines
Loading...
Oleh. Ratty S Leman

Apa yang terlintas di benak kita tentang perang? Mengerikan, kematian karena saling bunuh membunuh, kehancuran, kesusahan, tidak enak, tidak nyaman dan nyawa terancam. Itulah yang terbayang di benak kita tentang perang pada umumnya seperti yang terjadi di Palestina sekarang.

Perang fisik yang terjadi, meski banyak yang tidak sepakat jika keadaan di Palestina disebut perang. Yang terjadi bukan perang tetapi genosida (prmbunuhan masal). Rakyat Palestina tidak punya persenjataan yang memadai untuk melawan tentara zionis Yahudi laknatullah dengan persenjataan yang lengkap dan canggih. Mereka main keroyokan, dibantu Amerika Serikat dan sekutunya untuk bersama-sama menyerang Palestina. Sedangkan Palestina sendirian. Tidak ada yang membantu, bahkan tetangga terdekatnya semacam Mesir, Yordania, dan negara-negara Arab lainnya di sekitarnya. Maka apakah pantas ini disebut perang? Tentu saja tidak, ini bukan perang tapi genosida (pembantaian masal). 

Ketika di Palestina terjadi perang fisik, di belahan bumi yang lain terjadi perang pemikiran (ghazwul fikri). Zionis Yahudi laknatullah dengan kekuatan opininya berusaha membungkam mulut-mulut semua penduduk di seluruh dunia agar mendukung langkah dia membantai rakyat Palestina. 

Mereka propaganda bahwa mereka hanya merebut tanah yang dijanjikan milik mereka dan tindakan mereka benar karena membela diri dari serangan ' Badai Al Aqsa' pada tanggal 7 Oktober 2023. Mereka melupakan sejarah bahwa Palestina adalah wilayah sah kaum muslimin yang di dalamnya terdapat kiblat pertama yakni "Masjidil Aqsa."

Baca juga:

0 Comments: