Headlines
Loading...
Oleh. Sri Suratni 

Sahabat, sudah satu tahun Gaza membara, bermandi darah para syuhada. Bangunan, gedung-gedung dan instansi, semua porak-poranda hanya tinggal puing-puing saja. 

Semua telah dihancurkan, dibumilantakkan oleh Zionis laknatullah. Mereka menghujani saudara kita dengan rudal yang membabi buta. Serangan demi serangan diluncurkan yang membunuh banyak jiwa dengan sadis. 

Bahkan, saking dahsyatnya mereka  menyerang para wanita, lansia, hingga bayi-bayi yang tak berdosa. Sungguh Zionis terkutuk dan biadab. 

Selama satu tahun genosida, sudah lebih dari 43.000 jiwa para syuhada melayang. Mereka menjemput syahid dan surga yang Allah janjikan. 

Dunia menyaksikan. Kaum muslim di seluruh dunia menyaksikan tragedi yang mencabik dan menyayat hati. 

Namun, aynal muslimun? Di mana umat Islam?

Dari kesaksian saudara kita yang langsung turun ke sana mengatakan bahwa lautan darah syuhada sungguh menimbulkan aroma wangi, bukan bau amis dan busuk menusuk laksana darah tentara Isra3l yang tewas. 

Mereka para syuhada melepas senyum di saat ajal merenggut nyawanya. Sungguh tiada penyesalan dan kekhawatiran yang terpancar dari wajah-wajah bersih mereka. Mereka justru mendambakan syahid di medan pertempuran demi menjaga kemurnian akidah dan tanah Palestina. 

Sungguh keteguhan iman yang luar biasa yang terpatri di jiwa-jiwa tangguh mereka. Mereka senantiasa bersama Allah dan Al-Qur'an. Mereka tiada surut berjuang untuk menegakkan kalimah Allah. Membela Islam dan mempertahankan tanah Palestina, tanahnya kaum muslim sedunia. 

Allah Swt. berfirman, 

Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS. Muhammad ayat 7).

Wahai saudaraku, sesungguhnya kalianlah negeri yang merdeka, yang tidak rela ditindas, dijajah dan dirampas kemerdekaannya oleh Zionis laknatullah. Sementara kami di sini, di negeri-negeri muslim di belahan bumi ini merelakan begitu saja dijajah, dijarah, ditindas dan disetir sedemikian rupa oleh kafir Yahudi durjana. Tanpa ada perlawanan sedikitpun, justru memberi peluang dan kebebasan kepada kafir barat untuk menjajah dan menghabiskan segala potensi SDA dan SDM yang dimiliki. Justru kaum pribumi menjadi kacung dan kaki tangan kafir penjajah menghancurkan bangsanya, Islamnya dan kaum muslim. Nauzubillah summa na'uzubillah. 

Wahai saudaraku di negeri-negeri muslim lainnya, sadarlah, bangkitlah dari berbagai keterpurukan. Bangunlah dari mimpi indah dalam tidur panjangmu. Jangan terlena oleh buai dunia. Jangan biarkan dirimu, bangsamu membebek dan menjilat kepada kafir penjajah. 

Lihatlah dan saksikan kembali bagaimana perjuangan saudaramu di Palestina. Mereka berjuang meregang nyawa untuk membebaskan tanah Palestina dari rampasan penjajah Isra3l. 

Tunjukkan kepedulian dan pembelaanmu terhadap mereka. Tunjukkan pada dunia, bahwa kita kaum muslim dan umat Nabiyullah Muhammad masih ada dan akan selalu ada untuk membantu perjuangan saudara kita di sana. Kita di sini berupaya untuk bisa membebaskan mereka dari rongrongan penjajah. 

Berikan bantuan apapun yang kamu bisa. Doa dan penggalangan dana, logistik dan obat-obatan. Ini cukup membantu walaupun bukan solusi yang menuntaskan. Suarakan dan teruslah berisik tentang Palestina. Agar dunia malu dan tergerak untuk peduli. 

Wahai saudara muslim sedunia, teruslah bersuara. Dakwahkan Islam kafah yang mulia. Sadarkan dunia bahwa tidak ada solusi buat Palestina yang dijajah kecuali dengan jihad dan Kh1laf4h. 

Wahai saudara muslim sedunia, mari kita bersatu rapatkan barisan. Jika kaum muslim bersatu maka tidak ada yang bisa mengalahkan. Isra3l Yahudi pasti tumbang dengan izin Allah. Allahu Akbar.

Wallahualam bissawab. 

Baca juga:

0 Comments: