surat pembaca
Palestina Merana, Israel Mati Rasa
Oleh. Rina Herlina
Israel memang benar-benar biadab. Kabar terbaru datang dari Dinas Pertahanan Sipil Palestina. Pihaknya mengumumkan sebanyak 15 anak-anak dan wanita mengalami keracunan setelah memakan makanan kaleng yang ditinggalkan oleh tentara pendudukan di lingkungan Shujaiya (Shejaiya), sebelah timur Kota Gaza. Makanan beracun tersebut diduga sengaja disebar pasukan pendudukan Israel saat serangan terdahulu ke daerah tersebut, (tribunnews.com 22-11-2024).
Di tengah kelaparan yang saat ini melanda penduduk Palestina, tentara pendudukan Israel sepertinya memang sengaja meninggalkan makanan basi. Tujuannya tentu saja ingin meracuni siapa pun yang memakannya. Apalagi mengingat situasi kelaparan yang melanda rakyat Palestina akibat blokade militer yang diterapkan Israel di wilayah kantong Palestina tersebut. Dengan kondisi tersebut, tentu saja warga Palestina yang kelaparan akan memakan apa saja yang ditemukannya termasuk makanan yang sengaja ditinggalkan Israel.
Sungguh, kejadian ini membuat angka risiko kematian semakin tinggi bagi warga Palestina, apalagi bantuan yang dikirim untuk mereka juga justru banyak dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan dibiarkan oleh Israel. Kadang tidak habis pikir, mengapa Israel bisa sekeji itu? Padahal sebagian negara di dunia saat ini sudah banyak melakukan protes dan kecamatan. Akan tetapi Israel tidak pernah menggubris hujatan yang dialamatkan kepadanya. Justru Israel semakin menunjukkan kepongahannya kepada dunia.
Hal tersebut tentu saja tidak terlepas dari adanya fakta bahwa Israel, seperti diketahui bersama adalah anak emas Barat, terutama Amerika Serikat. Karena menjadi penjaga kepentingan Amerika Serikat paling setia di Timur Tengah. Bisa kita lihat dan rasakan, jika selama ini sikap Amerika Serikat atas berbagai kekejaman Israel yang sudah melampaui batas terhadap rakyat Palestina dingin dan santai saja. Bahkan Amerika kerap membela Israel dengan mengatakan langsung kepada khalayak ramai jika bangsa Israel juga punya hak untuk melindungi warga dan wilayahnya dari serangan teroris. Akibat dari semua itu, maka Israel selalu merasa dilindungi, dan semakin mudah berbuat begitu semena-mena terhadap rakyat Palestina.
Konflik Israel-Palestina, sejatinya adalah konflik yang sangat kompleks karena menyangkut banyak akar masalah. Salah satu akar masalah Palestina adalah penjajahan zionis Yahudi yang didukung oleh negara-negara kafir penjajah Barat, terutama AS dan Inggris. Menyikapi hal ini, maka jelas solusinya yaitu dengan mengusir penjajah tersebut agar hengkang dari bumi Palestina. Akan tetapi, pengusiran tentu tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa adanya negeri-negeri kaum muslim yang bersatu dan mengirimkan bala tentara yang terbaik. Pengiriman bala bantuan tersebut merupakan aktivitas jihad, juga merupakan salah satu syariat Islam yang dapat ditempuh ketika dengan terang-terangan mengancam nyawa. Dan apa yang dilakukan Israel sudah sangat melampaui batas. Maka saat ini, jihad memang satu-satunya solusi yang harus dilakukan. Namun, jihad tidak akan efektif jika tidak di pimpin oleh seorang Khalifah (pemimpin) dan dalam sistem Khilafah ala minhajjin nubuwah. Wallahualam. [Hz]
Payakumbuh, 24 November 2024
Baca juga:

0 Comments: