Headlines
Loading...
Israel Melanggar Gencatan Senjata, Serangan Terus Berlanjut Membabi-buta

Israel Melanggar Gencatan Senjata, Serangan Terus Berlanjut Membabi-buta

Oleh. Rina Herlina
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Meskipun gencatan senjata telah disepakati, Israel terus melanggar kesepakatan tersebut dengan melakukan serangan terhadap Palestina. Tindakan ini telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Dalam satu serangan yang dilakukannya, Israel telah menewaskan ratusan nyawa (326 orang), sedangkan yang lainnya terluka (tempo.co 18-3-2025).

Serangan yang dilakukan Israel telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir, dengan intensitas yang makin meningkat. Israel terus melakukan serangan udara dan darat terhadap posisi-posisi warga Palestina. Tabi'at Israel memang selalu ingkar janji. Apabila terdesak mereka akan cepat-cepat membuat perjanjian untuk kemudian mereka sendiri yang melanggarnya.

Tindakan Israel ini telah dikutuk oleh banyak negara dan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB telah menyerukan agar Israel segera menghentikan serangannya dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Namun, bukan Israel namanya jika mau menurut begitu saja.

Sejatinya, jika hanya sekadar mengutuk, itu bukan solusi hakiki, karena semua orang juga pasti bisa melakukan hal yang sama. Solusi yang dibutuhkan Palestina adalah bantuan militer untuk mengusir hegemoni Israel beserta sekutunya di negeri Palestina.

Kecaman jelas-jelas tidak membuat Israel mundur dari negeri Palestina. Mereka  menolak untuk mematuhi kesepakatan dan terus melakukan serangan terhadap Palestina. Tindakan ini telah menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.

Serangan Israel terhadap Palestina telah menyebabkan banyak dampak negatif, termasuk bertambahnya korban jiwa. Banyak warga Palestina yang telah terbunuh dalam serangan Israel. Sudah tidak terhitung nyawa penduduk Palestina yang menjadi korban kebiadaban Israel, dari mulai anak-anak sampai orang dewasa.

Serangan Israel juga telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk rumah-rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Sehingga banyak warga Palestina terpaksa mengungsi dari rumah-rumah mereka karena serangan Israel tersebut. Krisis kemanusiaan, termasuk kekurangan makanan, air, dan obat-obatan juga terjadi di sana. Namun sampai hari ini, tanggapan dunia internasional terhadap serangan Israel ke Palestina hanya sekadar mengutuk dan mengecam.

Meski banyak negara dan organisasi internasional telah menyerukan agar Israel segera menghentikan serangannya dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata, tetapi Israel tidak menggubris seruan tersebut. Mereka semakin jemawa karena adanya dukungan dari negara-negara sekutu.

Bahkan PBB yang notabene organisasi yang mempromosikan perdamaian, tidak mampu berbuat banyak. Organisasi tersebut sama saja dengan organisasi dunia lainnya yang hanya sekadar menyerukan agar Israel segera menghentikan serangannya dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata. PBB juga telah menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam konflik tersebut untuk segera menghentikan kekerasan dan memulai proses perdamaian. Tidak ada gunanya berharap pada organisasi yang notabene lebih didominasi oleh kepentingan negara-negara tertentu.

Dalam situasi ini, penting bagi umat Islam untuk bersatu guna membantu perjuangan Palestina agar terbebas dari cengkeraman Israel. Sesegera mungkin kekejaman Israel terhadap saudara kita di sana harus dihentikan. Ini karena serangan Israel telah banyak memakan korban dan menghancurkan berbagai infrastruktur di sana. Apalagi Israel selalu saja tidak mematuhi kesepakatan, dalam hal ini kesepakatan gencatan senjata.

Keselamatan penduduk Palestina seharusnya menjadi prioritas umat Islam di seluruh dunia. Sudah saatnya umat Islam bangkit dari keterpurukan dan bersatu melawan berbagai kezaliman yang dilakukan kafir penjajah di berbagai negeri kaum muslim. Sudah cukup mereka mengeruk kekayaan alam umat Islam. Saatnya umat Islam melawan, karena jika bukan sekarang, kapan lagi? Jika bukan kita, siapa lagi? [Hz]

Payakumbuh, 21 Maret 2025

Baca juga:

0 Comments: