Challenge Nuzulul Qur'an
Al-Qur'an Cahaya dan Penuntun Jiwa
Oleh. Sri Mulyani
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Waktu itu jiwa terasa sepi dan hampa. Memang betul aku sudah melakukan salat dan membaca Al-Qur'an, tetapi semua itu seolah tak bisa mengusir rasa hampa dan kegalauan di dalam hati. Hampir setiap malam aku menangis mencari sesuatu yang bisa memberi petunjuk. Sesuatu yang bisa memberikan cahaya dalam kehidupan ini.
Hidup memang butuh ilmu. Tanpa ilmu kita tak tahu apa yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Aku terus mencari. Suatu saat aku mendengarkan radio. Radio saat itu menjadi sarana hiburanku satu-satunya. Di sana aku dengarkan sebuah kajian yang kemudian memberikan pencerahan padaku. Sang narasumber berkata,
"Seorang muslim harus mempelajari Al-Qur'an. Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tapi juga ditadabburi. Kita bisa mengerti dan memahami apa arti ayat-ayat-Nya dan juga bisa mengambil pelajaran apa-apa yang telah dituliskan di dalam firman-Nya."
Kemudian narasumber tersebut menyitir Al-Qur'an surah Al-'Alaq ayat 1-5 berikut ini:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajari (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Ternyata Allah subhanallahu wa ta'ala dengan kasihnya telah menyampaikan pesan cinta-Nya melalui surat tersebut di atas. Yang dimaksud dengan ayat tersebut di atas ternyata kita tidak hanya sekedar membaca saja, "Bacalah" dalam ayat 2 QS Al-"Alaq, mengandung makna bahwa kita harus mempelajari Al Qur'an, membaca ayat-ayatnya, mengerti terjemahannya.
Setelah kita mengerti, dan setelah kita memahami, dari situlah kita akan menemukan pelajaran dan juga petunjuk-petunjuk allah subhanahu wa ta'ala. Petunjuk-petunjuk yang bisa menuntun kita untuk menjalani kehidupan kita di dunia ini. Al-Qur'an adalah sebagai petunjuk bagi manusia seperti firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 2 sebagai berikut:
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa."
Selain Al-Qur'an sebagai petunjuk manusia, Al-Qur'an juga sebagai obat hati yang sedang galau maupun yang sedang sakit, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 57, sebagai berikut:
"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus 10: 57)
Hidup memang tidak hanya dijalani tapi hidup harus diilmui, hidup tanpa ilmu bagaikan kita berjalan di dalam kegelapan, kita tak tahu arah ke mana kita harus melangkah, ke mana kita harus mencari suatu kebenaran dalam hidup ini. Dalam fitrahnya semua manusia ingin dekat dengan Sang Pencipta dan ingin mengabdikan hidupnya mencari ketenangan dan menginginkan perlindungan dari Sang Maha Pemberi Hidup.
Kenapa kalau kita semakin dekat dengan Al-Qur'an hati kita menjadi tenang? Karena Al-Qur'an sebagai obat hati, Al-Qur'an bisa menenangkan hati seperti yang terkandung makna dalam QS Yunus ayat 57 tersebut di atas.
Pada hakekatnya kita hidup di dunia ini, kita hanya mencari ketenangan bukan kebahagiaan, karena di dunia ini bukan tempat yang tepat untuk mencari sebuah kebahagiaan. Kita hendaknya menyadari bahwa di dunia tempat kita diuji oleh Allah dan dunia adalah tempat untuk mencari bekal menuju kehidupan yang kekal yaitu kehidupan akhirat.
Dunia adalah tempat kita berperang melawan segala hawa nafsu yang bisa menjerumuskan kita ke dalam kesesatan. Kita harus menjaga diri kita dan keluarga dari api neraka neraka, yang bahan bakarnya dari batu dan manusia. Seperti yang terkandung dalam QS.At-Tahrim ayat 6.
Mendengar kata neraka hati menjadi takut, apalagi di dalam Al-Qur'an juga telah dikabarkan tentang panasnya neraka.
Di dalam Al-Qur'an juga telah dikabarkan tentang azab Allah bagi pendusta ayat-ayat Allah, Allah akan memberi balasan kepada manusia yang telah mendustakan Al-Qur'an apalagi Al-Qur'an hanya dijadikan sebagai bahan olok-olok. Allah subhanahu wa ta'ala akan mengazab mereka dan memasukkan mereka ke dalam api neraka, seperti yang terkandung makna dalam firman Allah sebagai berikut ini:
"Dan apabila dia mengetahui sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka (ayat-ayat itu) dijadikan olok-olok. Merekalah yang akan menerima azab yang menghinakan."
(QS. Al-Jasiyah 45: 9)
Sebagai hamba Allah yang takut kepada Allah, kita bisa mengambil pelajaran dari ayat tersebut di atas.
Dalil-dalil tersebut di atas memotivasi saya untuk selalu dekat dengan Al-Qur'an, membaca, mentadaburi, menghayati, dan berusaha untuk mengamalkannya. Apalagi sekarang saya berada di komunitas Sahabat Surga Cinta Qur'an (SSCQ), yang bisa bersama teman-teman saling menyemangati dan memberikan dukungan supaya bisa istikamah untuk selalu mencintai Al-Qur'an dan mengajarkan kepada orang lain.
Sebagai muslim yang cerdas kita harus bisa memilih teman dan komunitas, karena teman juga bisa memberikan kepada kita syafaat kelak di akhirat. Islam mengajarkan kita agar teliti dalam memilih teman. Tidak sedikit orang yang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kesesatan karena pengaruh berteman dengan orang yang salah. Namun, tidak sedikit pula orang yang mendapatkan kebaikan dan hidayah karena bergaul dengan orang-orang yang saleh.
Bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata: Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara muslim yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah ia erat-erat.
Dan alhamdulillah kita berada di tempat yang tepat yaitu di SSCQ, suatu wadah yang memberikan kesempatan serta kemudahan untuk berbagi kepada yang lain.
Klaten, 17 Maret 2025 [My]
Baca juga:

0 Comments: