Headlines
Loading...

Oleh. Yeni Sartika
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Salah satu keutamaan bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya Al-Qur'an diturunkan, ini menjadi bukti nyata atas kemuliaan bulan Ramadan.

Allah Swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

Artinya:
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan ya ta musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."

Surat Al Baqarah ayat 185 ini tidak seviral surat Al Baqarah ayat 183 yang mungkin hampir setiap umat Islam hafal ayatnya. Dulu, waktu aku masih sekolah di MTs pernah mempelajari dan menghafal ayat ini di saat mata pelajaran Al Qur'an hadis, tapi setelah selesai dipelajari dan melanjutkan pendidikan ternyata ayat ini jadi lupa dan tidak membekas lagi di hatiku.

Begitulah diriku dulu yang hanya belajar untuk sebuah nilai belaka, padahal di ayat ini sudah dijelaskan bahwa Al Qur'an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang haq dengan yang batil. Nauzubillah betapa ruginya diriku yang hanya bisa membaca dan menghafal Al Qur'an tapi tidak memahami hingga tidak pula diamalkan.

Alhamdulillah dari kecil aku memang sudah sangat mencintai Al Qur'an, ke sekolah dan ke manapun sering bawa Al Qur'an kecil, punya target khatam berkali-kali, tapi waktu itu aku belum punya Al Qur'an terjemahan, jadi hari-hariku bersama Al Qur'an hanya sekadar membaca, tilawah tanpa tahu makna dan arti ayat suci yang aku baca. Rutinitas seperti itu terus berlanjut sampai aku menikah masih belum terpikirkan untuk memahami ayat-ayat Allah Swt.

Alhamdulillah seiring waktu berjalan setelah menikah dan punya anak, aku memutuskan untuk tidak lagi bekerja dan fokus mengurus keluarga. Akhirnya aku mulai punya banyak waktu di rumah. Kesibukan mengurus buah hati membuat hari-hariku habis hanya di rumah, tapi tak tahu tujuan hidup. Menurutku setelah menikah punya suami dan anak-anak, lalu ingin sukses, punya harta yang banyak untuk membahagiakan orang-orang yang kami sayangi, makanya kami bertahan di rantau guna mewujudkan cita-cita tersebut.

Mengkaji Islam

Alhamdulillah pada suatu hari ada teman mengajak ikut kajian, aku kira mengaji Al Qur'an/tahsin ternyata mengkaji Islam. Di situlah awal mula perubahan cara pandangku terhadap Al Qur'an.

Pada saat ada pengajian umum, ustazah menyampaikan sebuah ayat yang sangat membuatku berfikir keras, yaitu ayat Al Qur'an surat Al-A'raf ayat 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ ۝١٧٩

"Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."

Kata-kata "seperti hewan ternak" ini benar-benar memukulku, di satu sisi merasa tak terima tetapi di satu sisi belajar mengkoreksi diri dan merenung juga, apakah aku termasuk ke dalam golongan yang disebutkan dalam ayat itu?

Aku berulang kali membaca terjemahan ayat ini tentang betapa rugi dan buruknya kita yang tidak mau memahami ayat-ayat Allah. Akhirnya aku putuskan di setiap tilawah untuk membaca Al Qur'an plus baca terjemah, karena aku semakin yakin banyak yang tidak aku ketahui tentang ayat-ayat Allah. Aku mencintainya tapi aku tak mengenalinya, lalu bagaimana mungkin aku bisa memahaminya? Bagaimana aku akan menjalankan perintah dan larangannya jika aku sendiri tak mengerti maksud dan tujuannya? Itulah cinta buta,cinta yang membuatku tersesat hingga pernah terjerat riba.

Makin belajar makin kutemukan banyak kekuranganku. Ayat tentang larangan riba dalam surat Al Baqarah ayat 275-279 baru aku pahami setelah mengkaji Islam. Ayat tentang perintah dan cara menutup aurat sesuai syariat Islam dalam surat An-Nur ayat 31 dan surat Al-Ahzab ayat 59 baru aku pahami setelah mengkaji Islam juga. Ternyata dulu aku menutup aurat hanya karena ikut-ikutan saja tanpa tahu dasar hukumnya apa. Astaghfirullah.

Alhamdulillah wa syukurillah begitu sayangnya Allah yang sudah melembutkan hatiku dan suami dengan siraman hidayah-Nya. Allah beri kami petunjuk dari Al Qur'an hingga akhirnya aku bisa istikamah belajar Islam dan tentunya mempelajari dan memahami isi kandungan Al Qur'an juga. Semoga aku, keluarga, teman-temanku, dan seluruh umat Islam bisa istikamah dalam meraih keberkahan hidup bersama Al Qur'an dengan cara membacanya, menghafalnya, mempelajarinya, memahaminya, mengamalkannya, mengajarkannya dan mendakwahkan Al Qur'an ke tengah-tengah umat. Insyaallah. Aamiin.

Bertemu SSCQ

Alhamdulillah nikmat yang luar biasa juga hingga aku dipertemukan dengan komunitas Sahabat Surga Cinta Qur'an yang makin menambah rasa cintaku pada kalamullah. Sejak bergabung di SSCQ hari-hariku makin dekat dengan Al Qur'an. Aku merasa makin termotivasi untuk mentadaburi ayat-ayat Allah karena merasa tidak sendiri. Ada sahabat-sahabat salihah dari berbagai daerah yang saling menguatkan dan mengingatkan. Semoga sampai akhir hayat Al Qur'an selalu menyertai setiap langkahku dan teman-teman. Aamiin.

Sekarang aku menyadari bahwa tak ada yg pantas kita jadikan pedoman hidup selain Al Qur'an. Bukankah kita percaya dan yakin bahwa Al Qur'an adalah salah satu bagian dari rukun iman? Kita beriman kepada Al Qur'an bukan? Selain mendapatkan pahala dari membacanya, Al Qur'an adalah perkataan Allah yang harus kita jadikan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Al-Qur'an ibarat Google maps untuk mencapai tujuan agar tidak tersesat di perjalanan. Tujuan kita tak lain  hanyalah mengejar rida Allah.

Jadi, betapa sombongnya jika kita hanya mengambil sebagian saja hukum Allah yang ada dalam Al Qur'an dan mencampakkan yang lainnya disebabkan karena kita tidak mau mempelajari dan memahami Al Qur'an. Padahal Al Qur'an bukanlah hidangan perasmanan yang bebas kita pilih dan ambil mana ayat yang kita sukai saja, tetapi harus kita amalkan dan terapkan secara keseluruhan. Insyaallah. Aamiin.

Wallahu a'lam bishawab.

Pekanbaru, 18 Ramadan 1446 H. [My]

Baca juga:

0 Comments: