OPINI
Al-Qur’an Istimewa, Bukan Hanya di Bulan Ramadan
Oleh. Ni’mah Fadeli
(Kontributor SSCQMedia.Com)
SSCQMedia.Com—Ramadan bulan istimewa bagi umat muslim. Kedatangannya disambut dengan suka cita dan kepergiannya meninggalkan sedih di dada. Al-Qur’an sebagai kitab umat muslim juga diturunkan pada bulan Ramadan, maka tak heran jika muslim pun mengadakan berbagai kegiatan terkait Nuzulul Qur’an.
Al-Qur’an benar-benar mendapat tempat istimewa pada bulan Ramadan. Jika pada bulan lainnya, Al-Qur’an sering hanya berada di sudut ruangan dengan tumpukan debu, maka pada bulan Ramadan muslim bersemangat membacanya hingga khatam.
Sebuah fenomena yang membahagiakan sekaligus membuat miris. Membahagiakan karena begitu banyaknya muslim yang mencintai Al-Qur’an ketika bulan Ramadan. Miris karena fenomena tersebut pun hilang seiring berakhirnya Ramadan. Nastaghfirullah.
Mengapa Cinta Al-Qur’an Sebatas Ramadan?
Kesadaran muslim saat ini akan pentingnya kitab yang dibawa Nabi Muhammad saw. memang sangatlah kurang. Muslim membutuhkan momen khusus untuk sekadar mencintai Al-Qur’an. Ramadan menjadi momentum bagi muslim untuk memperlakukan Al-Qur’an dengan istimewa, tetapi hal tersebut tidak bertahan lama seiring berlalunya bulan mulia ini.
Fenomena ini terus berulang setiap tahun. Sungguh realitas yang sangat menyedihkan, apalagi untuk negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia. Tidak mengakarnya Al-Qur’an dalam diri muslim tentu dipengaruhi banyak faktor. Namun, faktor utama tentu karena sistem kehidupan yang digunakan saat ini adalah kapitalisme sekularisme. Berbasis materi dan menjauhkan agama dari kehidupan. Bagaimana mungkin Al-Qur’an mendarah daging di setiap muslim sementara syariat Islam tidak dijalankan?
Aturan-aturan dalam Al-Qur’an dipandang tidak lagi relevan dengan zaman. Para penguasa pun sibuk membuat beraneka aturan yang dapat dibongkar pasang demi memuaskan hawa nafsu manusia. Halal haram dalam Al-Qur’an diabaikan, maka jelas muslim pun makin jauh dari panduan hidupnya sendiri.
Berbagai masalah menimpa negeri diakibatkan rakusnya penguasa. Rakyat mengalami berbagai nestapa. Kesejahteraan hanya berlaku bagi mereka yang memiliki harta, sementara jumlah rakyat miskin makin hari makin bertambah.
Apakah pemilik kebijakan peduli? Tentu tidak sama sekali. Bahkan untuk urusan dunia pun rakyat dibuat susah apalagi akhirat tentu tak terjangkau dalam pikiran mereka. Hanya sibuk memperkaya diri. Rakyat dibebani dengan pajak, diberikan solusi berupa utang riba, dan seterusnya yang telah jelas dilarang agama.
Al-Qur’an sebagai Konsep Kehidupan
Islam bukan hanya untuk muslim saja, tetapi membawa rahmat bagi seluruh alam. Allah menyayangi semua makhluk-Nya maka Al-Qur’an diturunkan untuk memberi panduan bagi semua agar selamat dunia dan akhirat.
Ù‡ٰØ°َا بَÙ„ٰغٌ Ù„ِّـلنَّا سِ ÙˆَÙ„ِÙŠُÙ†ْØ°َرُÙˆْا بِÙ‡ٖ ÙˆَÙ„ِÙŠَـعْÙ„َÙ…ُÙˆْۤا اَÙ†َّÙ…َا Ù‡ُÙˆَ اِÙ„ٰـهٌ Ùˆَّا Øِدٌ ÙˆَّÙ„ِÙŠَØ°َّÙƒَّرَ اُولُوا الْا َÙ„ْبَا بِ
"Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran."
(QS. Ibrahim: 52)
Setiap yang berakal pasti dapat mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Sering kita jumpai kafir menjadi mualaf setelah mempelajari Al Qur’an. Alangkah indahnya jika Islam diterapkan, maka Al-Qur’an akan benar-benar dijadikan konsep hidup dalam kehidupan bernegara.
Segala syariat diterapkan dengan benar yang akan menjadikan setiap pribadi mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal haram yang saat ini dianggap biasa tak lagi ditemukan. Keadilan dapat ditegakkan karena hukum Islam tidak melihat harta atau kedudukan. Keberkahan pun akan dirasa karena syariat Allah tidak pernah zalim pada hamba-Nya dan jika syariat-Nya dilakukan maka kesejahteraan akan didapatkan.
Mari umat muslim, bersatu padu mewujudkan kembali Islam dalam kehidupan sehingga Al-Qur’an dapat kembali menempati fungsinya sebagai konsep kehidupan. Al-Qur’an tidak hanya istimewa di bulan Ramadan, tetapi setiap hari. Gunakan sebagai panduan dalam setiap kebijakan sehingga kesejahteraan dapat dirasakan bagi seluruh alam. Aamiin. [My]
Baca juga:

0 Comments: