Headlines
Loading...

Oleh. Eka Suryati 
(Kontributor SSCQMedia.Com)

SSCQMedia.Com—Kubuka lembaran mushaf Al-Qur'an. Bertilawah secara rutin satu juz per hari, kini menjadi kebiasaanku sehari-hari. Ada getar-getar yang menyelimuti hati, tatkala tilawahku sampai pada kisah-kisah kaum terdahulu yang durhaka, selalu membangkang terhadap perintah-perintah Allah yang disampaikan kepada para rasul. Entah bagaimana rasanya ketika itu terjadi di sekitar kita, akankah Allah akan murka juga seperti murka-Nya pada kaum terdahulu. Nauzubilah minzalik, jangan sampai itu terjadi pada kita, pada generasi penerus kita kelak. Itulah sebabnya kita sangat membutuhkan Al-Qur'an sebagai petunjuk pada jalan yang diridai-Nya.

Teringat aku akan masa-masa yang telah lalu, di mana Al-Qur'an belum menjadi bacaan rutinku. Aku masih sering menunda-nunda untuk membacanya. Sering beralasan capek, tidak ada waktu, dan masih banyak alasan lainnya.

Apakah saat itu aku tak mengamalkan isi Al-Qur'an? Bukan, bukan begitu keadaannya. Sebagian isi Al-Qur'an telah kuamalkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjalankan rukun Islam dan mempercayai apa-apa yang ada di rukun iman. Kewajiban menutup aurat pun sudah aku jalani. Jika ada perintah-perintah yang tercantum dalam Al-Qur'an berusaha aku jalankan semampu daya upayaku. Begitu juga terhadap larangan-larangan-Nya, aku berusaha untuk menjauh dan tak melakukannya. Namun, untuk menjadikan Al-Qur'an dibaca setiap hari, itu yang belum aku lakukan. Ah, betapa ruginya hari-hariku di masa itu.
Al-Qur'an hanya aku sentuh dan buka jika sedang merasa butuh, atau nanti saja pada saat bulan Ramadan. Itu yang terjadi dalam kehidupanku sebelum berkomitmen membacanya secara rutin. Padahal membaca Al-Qur'an itu pahalanya sangat besar. Apalagi jika dibaca artinya lalu berusaha dipahami, akan lebih besar lagi pahalanya. Jangan ditanya jika bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, akan sangat besar sekali pahalanya. Dan yang pasti hidup kita akan selamat dunia dan akhirat, karena Al-Qur'an memang sumber segala hal dalam kehidupan, pedoman hidup yang diberikan Allah dalam menempuh bahtera kehidupan.

 Lagi-lagi aku menghela napasku, saat ingatan itu hinggap di pikiranku. Betapa banyak sudah kerugian yang aku alami karena tak dari dulu bermesra dengan Al-Qur'an.

Namun, kini hari-hariku tak lagi seperti itu. Setiap hari aku bertilawah. Al-Qur'an tak sekadar dibaca, tapi berusaha dipahami karena terjemahnya juga ikut dibaca. Dengan membaca terjemahannya, harapan untuk paham makin besar juga. Bermesraan dengan kalam Illahi terasa membuatku dekat dengan Allah. Firman-Nya yang tertulis di lembar demi lembar kitab suci membuat aku sadar betapa besarnya rasa cinta Allah kepadaku.

Allah adalah pencipta makhluk-makhluk-Nya, itu sudah kita ketahui dan pahami bersama. Sebagai pencipta, maka Allah paham betul akan makhluk ciptaan-Nya.  Dan bentuk kasih sayang Allah yang sangat nyata dan akrab dalam kehidupan kita sehari-hari adalah Al-Qur'an itu sendiri. 

Mengapa Al-Qur'an menjadi bukti bahwa Allah begitu sayang kepada kita? Banyak, banyak sekali petunjuknya yang bisa kita jadikan bukti bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai bukti bahwa Allah begitu mencintai kita. Allah tidak membiarkan kita hidup tanpa petunjuk. Ia menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman agar kita tidak tersesat dalam menjalani kehidupan.

Di dalamnya, terdapat aturan yang mengajarkan kebaikan, keadilan, dan kasih sayang. Setiap ayat mengandung hikmah yang menuntun kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika kita merasa sedih dan kehilangan arah, Al-Qur’an memberi ketenangan. Allah berfirman:

"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (At-Taubah: 40)

Bukan hanya itu, Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa setiap ujian adalah bentuk kasih sayang Allah. Allah tidak membiarkan hambanya sendiri dalam kesulitan, melainkan selalu memberi harapan:

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (Al-Insyirah: 6)

Dan kalau ayat tersebut kita renungkan, akan selalu ada petunjuk setelah adanya masalah yang melanda kita, asal kita benar-benar memohon hanya pada-Nya. Jalan keluar akan Allah berikan kepada kita. Sehingga benarlah bahwa Allah selalu bersama kita dalam keadaan sedih sedang melanda kita sekalipun. Dan bersama kesulitan yang Allah berikan ia juga memberikan kemudahan dalam bentuk kita bisa menjalankan ujian tersebut secara mudah, jika suatu saat ujian itu datang kembali menyapa kehidupan kita.

Setiap kali kita membaca Al-Qur’an, kita sedang berkomunikasi dengan Allah. Ia memberi jawaban atas kegelisahan, petunjuk dalam kebingungan, serta motivasi untuk terus berjalan. Al-Qur’an adalah surat cinta dari Allah. Dengan membaca dan mengamalkannya, kita akan merasakan betapa besarnya kasih sayang-Nya kepada kita.

Bersama Sahabat Taat di SSCQ

Tak dapat dimungkiri, pengaruh besar yang aku rasakan  sehingga aku bisa bermesraan bersama Al-Qur'an adalah karena komunitas SSCQ tercinta ini. SSCQ bagiku menjadi wasilah diri untuk bermesraan dengan Al-Qur'an. Bersama kelas One Day One Juz (ODOJ), maka  diri ini diharuskan menjalankan komitmen untuk membaca Al-Qur'an sekaligus terjemahannya. Itu kurasakan begitu besar pengaruhnya. Dengan komitmen, kita dipaksa untuk menepati janji-janji kita. Dalam keadaan apa pun kita akan memaksa diri untuk membaca Al-Qur'an, kecuali di saat uzur yang memang tidak boleh membacanya. Merutinkan membaca Al-Qur'an baik karena dipaksa oleh komitmen yang kita buat ataupun oleh kesadaran diri bahwa kita membutuhkan Al-Qur'an membuat kita menjadi terbiasa, selalu menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utama. Ya, komitmen diri itu membuat Al-Qur'an kita baca sebagai habits. Itulah sebabnya tekad yang bulat untuk terus berkomitmen bertilawah di SSCQ kurasakan sangatlah dibutuhkan dalam keseharianku agar kemesraan bersama Al-Qur'an tetap dapat kujaga.

Dan hari-hariku begitu indah karena aku berada dalam sebuah komunitas yang sahabat-sahabatnya juga begitu mencintai Al-Qur'an. Persahabatan yang terjalin karena Allah membuat hubungan yang terjalin begitu erat dan terasa indah. Saling mengingatkan dalam kebaikan, saling memberi motivasi itu akan membuat kita menjadi kuat menjaga hubungan dengan Al-Qur'an. Dan semuanya itu  diniatkan untuk mencari rida Allah semata. Sungguh sangat indah hari-hari yang dijalani bersama sahabat taat. Sahabat yang bukan hanya ingin berteman di dunia, namun juga kelak ingin berkumpul bersama di surganya Allah.

Al-Qur'an, Petunjuk Hidup

Al-Qur'an adalah pedoman hidup yang Allah turunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Membacanya bukan sekadar ibadah, tetapi juga menjadi cara untuk mendapatkan petunjuk, ketenangan dan pahala. Berarti Al-Qur'an harus kita pelajari dan kita jaga dengan sepenuh hati.

Al-Qur'an harus kita baca setiap hari. Satu ayat saja sudah bernilai pahala yang besar, apalagi seluruhnya kita baca secara rutin. Hendaknya kita memahami maknanya agar kita tidak sekadar membaca, tetapi juga mengamalkan kandungannya. Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan, menerapkan ajarannya dalam setiap keputusan dan perbuatan. Jagalah Al-Qur'an agar kelak ia menjadi wasilah  agar Allah menempatkan kita di surga-Nya. 

Tak sekadar dibaca, Al-Qur'an juga harus kita hormati dengan menyimpannya di tempat yang layak dan membacanya dalam keadaan suci. Jadikan Al-Qur'an sebagai sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Apalagi saat ini sedang bulan Ramadan, dimana Al-Qur'an diturunkan secara istimewa dan dalam keadaan yang istimewa juga. Saat momentum Nuzulul Qur'an pada Ramadan kali ini, semoga kita kembali berislam yang kaffah, karena Al-Qur'an sudah kita jadikan sebagai pedoman hidup. Dan tekadku semakin bulat untuk senantiasa bermesraan dengan Al-Qur'an.

Kotabumi, 18 Maret 2025 [My]

Baca juga:

0 Comments: